Arus-Kali
Bocah 7 Tahun yang Terseret Arus Kali Jambe Ditemukan Meninggal 45 Km dari Lokasi Awal, Tim SAR Gabungan Ungkap Kronologi Lengkap

Bekasi — Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Bekasi setelah seorang bocah berusia 7 tahun yang terseret arus Kali Jambe ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Jumat (16/1/2026). Jasad korban ditemukan lebih kurang 45 kilometer dari titik lokasi awal kejadian, setelah tiga hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Korban yang diketahui berinisial MA (7) sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus deras sungai di Kali Jambe, Kecamatan Tambun Selatan, pada Selasa (13/1/2026) sore saat ia sedang bermain di bantaran sungai bersama teman-temannya.

Kronologi Kejadian

Menurut penuturan Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, peristiwa nahas itu bermula saat korban sedang bermain di tepi sungai. Diduga MA terpeleset ketika berdiri di tepian, kemudian terjatuh dan terbawa derasnya arus Kali Jambe.

“Korban kemungkinan kehilangan keseimbangan, lalu jatuh ke sungai dan hanyut terbawa derasnya arus Kali Jambe,” ujar Erdi kepada wartawan menjelaskan kronologi awal kejadian.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian kemudian menghubungi pihak berwenang untuk segera melakukan pencarian. Laporan diterima oleh Unit Siaga SAR Bekasi dan operasi rescue langsung digelar.

Upaya Pencarian SAR Gabungan

Sejak laporan masuk, tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS, BPBD, kepolisian, TNI, relawan setempat, serta sukarelawan masyarakat, dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak dini hari berikutnya. Pencarian awal difokuskan menyisir arus sungai dengan menggunakan perahu karet dan kano di sepanjang aliran Kali Jambe sejauh beberapa kilometer dari titik kejadian.

Namun meski pencarian dilakukan secara intensif, pada hari pertama dan kedua korban belum kunjung ditemukan. Tim SAR pun memperluas area pencarian termasuk menyusuri aliran sampai ke hilir sungai. Hal ini mengindikasikan bahwa kuatnya arus sungai membawa korban ke lokasi yang sangat jauh dari titik awal kejadian.

Penemuan Jasad dan Evakuasi

Akhirnya, pencarian membuahkan hasil pada Jumat siang ketika tim SAR menemukan jasad bocah itu dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perairan Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, sekitar 45 kilometer dari lokasi awal terseretnya arus Kali Jambe. Jarak yang sangat jauh dari lokasi kejadian ini menunjukkan betapa kuatnya aliran arus sungai tersebut.

Tim SAR segera melakukan evakuasi jenazah korban dan membawanya ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk dilakukan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, di mana korban ditemukan oleh petugas SAR yang tengah menyisir pesisir sekitar pantai.

Reaksi Keluarga dan Warga

Keluarga korban, yang sejak awal menyaksikan proses pencarian, menerima kabar penemuan jenazah dengan suasana duka mendalam. Mereka kemudian membawa pulang jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan dan menjalankan prosesi pemakaman sesuai adat setempat.

Warga sekitar turut menyesali kejadian ini, seraya mengingatkan agar orang tua dan keluarga lebih berhati-hati ketika anak bermain di dekat sungai atau area berbahaya lainnya. Arus Kali Jambe yang deras di musim tertentu menjadi salah satu risiko keselamatan tersendiri bagi anak-anak.

Imbauan Keselamatan Publik

Kasus ini mendulang perhatian luas karena menjadi pengingat kuat bahwa sungai bisa sangat berbahaya, terutama ketika arus membawa sampah atau volume air meningkat setelah hujan. Badan SAR dan BPBD setempat biasanya juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi tepi sungai terutama saat curah hujan tinggi atau saat kondisi arus tampak deras.

Selain itu, petugas berpesan agar orang tua terus mengawasi anak-anak saat bermain di luar rumah untuk mencegah tragedi serupa kembali terjadi.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/