Kota Bekasi – Proyek besar yakni revitalisasi kawasan Kalimalang di Kota Bekasi kini tengah menjadi sorotan publik. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp126 miliar, namun ternyata beban dari Pemerintah Kota Bekasi melalui APBD hanya sekitar 23 persen dari total nilai proyek.
Skema Pendanaan
Bukan seluruhnya dibebankan ke kas daerah. Rincian pendanaan proyek menunjukkan bahwa:
-
APBD Kota Bekasi mengalokasikan sekitar Rp30 miliar untuk bagian-bagian tertentu seperti pedestrian dan penataan tepi sungai.
-
Pemerintah Provinsi Jawa Barat diperkirakan menyumbang sekitar Rp60 miliar.
-
Pihak swasta melalui program CSR menyumbang sekitar Rp36 miliar.
Dengan demikian, beban murni APBD Kota Bekasi hanya sekitar 23 persen dari total Rp126 miliar.
Apa yang Dibangun?
Revitalisasi Kalimalang dirancang tidak sekadar untuk estetika, tetapi untuk mengubah kawasan sungai/inspeksi tepi jalan menjadi destinasi baru. Beberapa poin penting proyek:
-
Pembongkaran dan penggantian sekitar 13 jembatan yang melintasi Kalimalang, agar jalur kapal wisata dapat terbuka dan akses pedestrian lebih nyaman.
-
Penataan jalur pedestrian dan penambahan fasilitas ruang publik di tepi Kalimalang, yang sudah mulai digarap oleh Pemkot Bekasi dengan alokasi sekitar Rp30 miliar untuk bagian ini.
-
Proyek ini dianggap sebagai sebuah investasi jangka panjang untuk pariwisata, ruang publik, dan pertumbuhan ekonomi lokal, bukan sekadar pekerjaan infrastruktur rutin.
Respons Publik dan Tantangan
Meski dipaparkan positif, proyek ini tak lepas dari kritik dan sorotan. Pertanyaan masyarakat muncul terkait urgensi, transparansi dana, dan kesiapan evaluasi atas hasil yang akan diperoleh. Misalnya:
-
Apakah skema “hanya 23 persen dari APBD” berarti bahwa mayoritas pembiayaan berasal dari pihak non-daerah, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kontrol publik?
-
Tantangan teknis seperti pembongkaran jembatan dan penataan kawasan tepi sungai sering kali mengandung risiko keterlambatan atau anggaran tak terduga.
-
Di sisi lain, proyek jalan atau revitalisasi di kawasan Kalimalang juga pernah mendapat sorotan terkait dugaan penyimpangan.
Dampak yang Diharapkan
Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini membawa beberapa potensi keuntungan bagi warga Bekasi:
-
Ruang publik yang lebih tertata, aman, dan nyaman untuk berjalan kaki, jogging, atau sebagai area rekreasi keluarga.
-
Pertumbuhan ekonomi lokal melalui munculnya pusat kuliner, aktivitas UMKM, hingga peningkatan nilai properti di sekitar kawasan.
-
Peningkatan citra Kota Bekasi sebagai kota modern yang memiliki ikon ruang air atau tepi sungai yang tertata, bukan hanya fungsi drainase atau inspeksi.
Proyek revitalisasi Kalimalang senilai Rp126 miliar menandakan bahwa pembangunan infrastruktur besar di Kota Bekasi kini lebih mengandalkan skema kolaboratif antara pemerintah daerah, provinsi, dan swasta—sehingga beban APBD Kota Bekasi menjadi relatif lebih kecil (23 persen). Namun keberhasilan proyek ini akan sangat ditentukan oleh implementasi, pengawasan publik, dan kemampuan pemerintah serta para pemangku kepentingan untuk memastikan hasil nyata bagi warga. Publik tentu akan menoleh dan berharap bahwa “ikon baru Kalimalang” benar-benar terwujud — bukan sekadar anggaran besar dan rencana yang tak rampung.
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita update Internasional lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/






















