BEKASI – Masalah pengelolaan sampah di ibu kota kembali memicu ketegangan di wilayah perbatasan. Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, yang digadang-gadang sebagai solusi modern penanganan sampah, justru dikeluhkan warga hingga ke wilayah Bekasi.
Bau busuk yang menyengat dilaporkan terbawa angin dan merasuk ke pemukiman warga di sekitar perbatasan pada Senin (2/2/2026). Merasa aspirasinya kurang didengar, warga berencana membawa persoalan ini kepada tokoh publik dan politisi, Dedi Mulyadi.
Aroma Tak Sedap yang Melampaui Batas Wilayah
Warga yang tinggal di wilayah perbatasan antara Jakarta Utara dan Bekasi menyatakan bahwa bau tersebut sangat mengganggu aktivitas harian dan kesehatan pernapasan. Kondisi ini biasanya memburuk pada jam-jam tertentu saat proses pengolahan sampah sedang mencapai puncaknya atau saat arah angin menuju ke pemukiman.
Beberapa keluhan utama warga meliputi:
-
Intensitas Bau: Bau sampah segar dan sisa pengolahan yang sangat tajam.
-
Jangkauan Dampak: Aroma tidak sedap tercium hingga radius beberapa kilometer, menyeberangi batas wilayah administratif.
-
Kekhawatiran Kesehatan: Risiko infeksi saluran pernapasan, terutama bagi balita dan lansia di area terdampak.

Mengapa RDF Bisa Menimbulkan Bau?
Secara teknis, RDF adalah teknologi yang mengubah sampah menjadi bahan bakar. Namun, jika prosesnya tidak dikelola dengan sistem kontrol bau (odor control system) yang mumpuni, dampak lingkungan tidak dapat dihindarkan.
Warga Bakal “Wadul” ke Dedi Mulyadi
Keputusan warga untuk mengadu kepada Dedi Mulyadi didasari oleh rekam jejaknya yang sering merespons langsung isu-isu kerakyatan dan lingkungan di Jawa Barat. Warga berharap adanya tekanan politik dan mediasi yang lebih kuat agar Pemprov DKI Jakarta segera mengevaluasi operasional RDF Rorotan.
“Kami sudah lapor ke tingkat bawah tapi belum ada perubahan signifikan. Kami berencana mengadu ke Pak Dedi, siapa tahu dengan perhatian beliau, pihak pengelola lebih serius memperbaiki sistem pembuangan udaranya,” ujar salah satu perwakilan warga di perbatasan Bekasi, Senin (2/2/2026).
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pengecekan lapangan dan memastikan fasilitas RDF tersebut dilengkapi dengan teknologi penangkap bau yang sesuai standar agar solusi sampah di satu wilayah tidak menjadi bencana aroma di wilayah lainnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
















