BALI — Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Pulau Dewata sejak Senin (23/2/2026) mengakibatkan banjir besar di beberapa titik di Bali, termasuk kawasan wisata populer dan permukiman warga. Genangan air yang mencapai ketinggian sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat dan memaksa evakuasi turis serta warga setempat menggunakan kano dan perahu karet.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali bersama tim SAR Polda Bali dikerahkan untuk membantu proses evakuasi sejak Selasa pagi. Salah satu titik banjir parah terjadi di Jalan Bumiayu, Sanur dan Jalan Gurita, Sesetan di wilayah Kota Denpasar. Di lokasi ini, air menggenang hingga lebih dari satu meter, memaksa sekitar 25–40 warga dan tamu penginapan untuk dipindahkan menuju tempat yang lebih aman.
Panit I Tim SAR Polda Bali, Aiptu Agus Darmadi, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan kano dan perahu karet demi menembus genangan banjir yang masih tinggi di permukaan jalan. Beberapa turis asing justru terlihat santai selama proses evakuasi, bahkan mengambil foto dan video sambil berbincang dengan petugas SAR.
Seorang turis asal Australia, Mick, turut memberikan komentarnya terkait banjir di Bali. Meski terdampak genangan air, ia tetap menyatakan cinta dan kenyamanan berlibur di Pulau Dewata. “Ini bagian dari cuaca musim hujan, saya sudah berulang kali ke sini,” ujarnya dengan santai ketika berjalan melalui genangan air di Sanur.
Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari ditengarai sebagai penyebab utama banjir di Bali. Selain menggenangi kawasan permukiman warga, sejumlah villa, hotel, dan jalan protokol seperti Jalan Dewi Sri dan Jalan Campuhan di Kuta juga tidak luput dari dampak banjir. Air yang merendam kawasan wisata ini membuat kegiatan masyarakat dan turis terganggu, dengan beberapa fasilitas tutup sementara hingga genangan surut.
Banjir juga sempat mempengaruhi operasional transportasi di Bali. Dua penerbangan internasional dialihkan ke bandara lain dan tiga jadwal lainnya tertunda akibat cuaca buruk. Meskipun belum ada laporanfatalitas dalam peristiwa ini, beberapa warga didampingi BPBD dipastikan dalam pengawasan agar keselamatan tetap terjaga.
Selain evakuasi turis dan warga, pihak berwenang juga memperingatkan potensi banjir tambahan bila hujan deras terus berlanjut. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk Bali selama periode hujan monsun, yang berpotensi menimbulkan genangan di wilayah rendah dan kawasan pesisir.
Dampak banjir ini semakin menjadi sorotan karena Bali dinobatkan sebagai salah satu tujuan wisata terbaik dunia dalam Tripadvisor Travelers’ Choice Awards 2026. Situasi ini menunjukkan bagaimana fenomena alam dapat mempengaruhi pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan.
Warga lokal yang rumahnya terendam banjir juga menyampaikan keprihatinan mereka atas pengalaman ini. Sejumlah keluarga kehilangan akses jalan utama menuju rumah mereka, sementara pedagang kecil harus menutup usahanya sementara waktu terhadap ancaman genangan yang masih berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bali bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu mengikuti arahan petugas, menjaga keselamatan pribadi, dan menjauhi aliran air deras. Warga serta turis diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui BMKG serta menghindari area rawan banjir sampai kondisi benar-benar pulih.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























