KOTA BEKASI — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Hj. Ii Marlina, S.Pd., dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kembali turun langsung ke lapangan dalam kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di kawasan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka menjalankan fungsi representasi legislatif dengan mendengar langsung suara konstituen di daerah pemilihannya.
Dalam agenda reses tersebut, Marlina menjadi tempat curahan suara warga yang menyampaikan sejumlah persoalan penting yang selama ini dihadapi oleh masyarakat setempat. Sebagian besar aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan tantangan banjir yang masih kerap terjadi saat musim hujan, persoalan sosialisasi program pemerintah, serta kebutuhan terhadap layanan publik yang lebih responsif.
“Saya turun ke lapangan bukan sekadar berkewajiban formal, tetapi untuk benar-benar memahami kebutuhan riil warga. Aspirasi ini akan kami perjuangkan agar bisa diperhatikan oleh Pemkot dan instansi terkait,” ujar Ii Marlina di sela-sela kegiatan reses.
Salah satu isu paling dominan yang diangkat warga adalah masalah banjir di lingkungan Komplek IKIP, RW 02B Jatikramat. Warga menyampaikan kekhawatiran berulangnya genangan air di wilayah mereka setiap hujan deras, sehingga berdampak pada mobilitas sehari-hari dan kenyamanan tinggal. Mereka meminta agar pemerintah daerah lebih serius menangani infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pengadaan pompa air serta perbaikan saluran drainase yang selama ini dinilai kurang optimal.
Selain itu, reses kali ini juga menjadi forum bagi warga untuk menyampaikan keluhan terkait kurangnya sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program nasional ini semestinya memberikan kemudahan bagi warga dalam memperoleh sertifikat tanah, namun banyak warga Jatikramat merasa belum mendapatkan informasi yang memadai soal tahapan dan mekanisme pendaftaran, sehingga memunculkan kebingungan dalam pemanfaatannya.
Tak hanya itu, beberapa warga juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyoroti persoalan layanan publik lain, seperti akses BPJS Kesehatan dan layanan puskesmas yang dinilai belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Aspirasi ini kemudian dicatat oleh Marlina untuk menjadi masukan dalam perencanaan pokok pikiran legislatif (pokir) yang akan dibawa ke forum pembahasan anggaran dan kerja pemerintah daerah.
Pada kesempatan sama, Marlina menjelaskan pentingnya peran reses sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dengan lembaga legislatif. Ia mengajak warga untuk terus aktif menyampaikan suara mereka, baik terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, maupun persoalan sosial lainnya. Aspirasi yang terkumpul, kata dia, akan diinventarisasi dan menjadi bagian dari bahan evaluasi kinerja eksekutif maupun perumusan kebijakan daerah.
Reses ini merupakan bagian dari agenda rutin anggota DPRD Kota Bekasi dalam menjalankan kewajibannya untuk menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung. Marlina menegaskan bahwa penyerapan aspirasi tidak berhenti pada sesi dialog saja, tetapi ia akan menindaklanjuti berbagai usulan tersebut melalui jalur formal pemerintahan agar dapat diwujudkan dalam bentuk yang nyata.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, warga diharapkan merasa lebih didengar dan dilibatkan dalam proses pembangunan di wilayah mereka, sekaligus memperkuat kepercayaan antara masyarakat dan wakil rakyat di parlemen daerah.
(kabarbaghasasi/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























