Bekasi — Kabar gembira datang bagi masyarakat Jawa Barat yang telah lama menanti giliran untuk menunaikan rukun Islam kelima. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat resmi merilis daftar pembagian kuota haji untuk 27 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat untuk keberangkatan tahun 2026.
Dari data yang dirilis, Kabupaten Bekasi mencatatkan diri sebagai daerah dengan jumlah kuota jemaah haji terbanyak di Tanah Pasundan, mengungguli daerah padat penduduk lainnya seperti Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung.
Dominasi Bekasi dalam Peta Haji Jabar
Penetapan kuota ini didasarkan pada proporsi jumlah penduduk Muslim dan daftar tunggu (waiting list) di masing-masing daerah. Tingginya kuota yang diterima Bekasi menunjukkan besarnya antusiasme dan populasi umat Muslim di wilayah industri tersebut.
Berdasarkan data (sebutkan sumber/lampiran jika ada di artikel asli, misal: Keputusan Gubernur atau Kemenag), Kabupaten Bekasi mendapatkan alokasi kursi yang sangat signifikan.
Hal ini tentu menjadi angin segar bagi ribuan calon jemaah yang sudah mengantre bertahun-tahun. Dengan kuota yang besar, diharapkan arus keberangkatan bisa lebih lancar dan sedikit mengurai panjangnya antrean haji di wilayah tersebut.
Bogor dan Bandung Menyusul
Di bawah Kabupaten Bekasi, posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung. Ketiga daerah ini memang secara tradisional selalu menjadi penyumbang jemaah haji terbesar dari Provinsi Jawa Barat, mengingat kepadatan penduduknya yang tinggi.
Sementara itu, untuk wilayah perkotaan, Kota Bandung dan Kota Bekasi juga mendapatkan porsi yang cukup besar, menyesuaikan dengan rasio pendaftar di wilayah masing-masing.

Imbauan Kemenag: Segera Persiapkan Diri
Menyusul pengumuman kuota ini, pihak Kemenag Jawa Barat mengimbau kepada para calon jemaah yang masuk dalam estimasi keberangkatan tahun 2026 untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini.
Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), tetapi yang tak kalah penting adalah persiapan kesehatan fisik (istiqatha’ah kesehatan) dan pemantapan manasik.
“Kuota sudah ditetapkan. Kami harap jemaah menjaga kesehatan karena haji adalah ibadah fisik. Bagi yang masuk porsi, segera update data dan administrasi,” ujar perwakilan Kemenag.
Harapan Pelayanan Lebih Baik
Dengan kuota Jawa Barat yang tetap menjadi yang terbesar di Indonesia secara nasional, tantangan pelayanan tentu semakin besar. Masyarakat berharap Kemenag dan Pemprov Jabar dapat terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari asrama haji (embarkasi) hingga pelayanan selama di Tanah Suci.
Status Bekasi sebagai penerima kuota terbanyak juga diharapkan diimbangi dengan bimbingan manasik yang masif agar para jemaah nantinya dapat menjadi haji yang mabrur.
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media






















