PASAMAN – Bencana alam banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu lalu telah meninggalkan dampak kerusakan yang cukup signifikan, salah satunya adalah terputusnya akses transportasi darat. Merespons kondisi darurat tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) langsung mengambil langkah taktis dengan membangun sebuah jembatan gantung guna memulihkan urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Inisiatif pembangunan jembatan gantung ini dipusatkan di titik krusial yang terdampak sangat parah, yakni di Jorong Kampung Alai, Nagari Ganggo Mudik, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. Jembatan baru ini membentang membelah sungai yang arus airnya sempat meluap dan menghancurkan infrastruktur penghubung sebelumnya. Tanpa adanya jembatan ini, ribuan warga di nagari tersebut terancam terisolasi dan kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokok harian mereka.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Sumatera Barat sebelumnya memang memicu meluapnya sejumlah sungai. Arus deras yang tak terbendung menyapu infrastruktur jalan dan jembatan lama. Terputusnya jalur darat ini praktis melumpuhkan roda perekonomian lokal, mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan yang hasil panennya harus segera didistribusikan ke pasar lintas kecamatan.
Berdasarkan keterangan resmi, proyek pemulihan infrastruktur darurat ini melibatkan kolaborasi solid dari berbagai kesatuan militer. Personel gabungan dari Zidam, Kodim 0308/Pasaman, serta Yonif 844/KB bahu-membahu terjun langsung ke lokasi bencana sejak Sabtu (21/2/2026). Di bawah terik matahari dan di atas sisa-sisa material lumpur pascabanjir, para prajurit TNI bersinergi bersama masyarakat setempat dalam semangat gotong royong untuk mempercepat pengerjaan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa langkah ini diambil mengingat betapa vitalnya jalur tersebut. “Jembatan gantung tersebut bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan menjadi penghubung vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ini mencakup kegiatan ekonomi, akses pendidikan bagi anak-anak, hingga mobilitas sosial masyarakat,” ujar Brigjen Donny saat dikonfirmasi di Jakarta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, progres pembangunan jembatan gantung tersebut berjalan sangat impresif dan telah menyentuh angka lebih dari 50 persen. “Pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian struktur utama, pemasangan rangka jembatan, serta penguatan pondasi di kedua sisi sungai. Semua ini dilakukan sebagai penopang konstruksi agar jembatan kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Kehadiran prajurit TNI AD di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah ini diharapkan mampu memberikan suntikan moral dan mempercepat pemulihan di Sumatera Barat. Pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Bonjol ini sekaligus menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Pasaman untuk kembali menata kehidupan, memutar roda ekonomi desa, dan memastikan anak-anak mereka dapat kembali bersekolah dengan aman. Dengan rampungnya jembatan ini dalam waktu dekat, pergerakan darat di Sumbar akan kembali berdenyut normal.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























