69322083776f6
Aipda Imbron Kurniawan: Polisi Pembawa Buku ke Pulau, Perpustakaan Terapung untuk Anak Pesisir Jayapura

Jayapura – Di tengah kesibukan tugas kepolisian sehari-hari, sosok Aipda Imbron Kurniawan tampil beda — ia adalah salah satu personel dari Satuan Polair Polresta Jayapura Kota yang mencetuskan ide unik: sebuah perpustakaan terapung di kampung pesisir. Inisiatif ini diwujudkan di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Jayapura — dengan tujuan utama memupuk minat baca sekaligus memberikan akses literasi bagi anak-anak yang tinggal di daerah pesisir.

Program ini pertama kali terealisasi pada akhir Juli 2025. Dalam pelaksanaannya, polisi dari Polair menggunakan longboat untuk mengangkut koleksi buku dan peralatan belajar ke perairan dan pemukiman pesisir, membawa “perpustakaan berjalan” ke tempat yang jarang dilalui layanan pendidikan formal.

Menurut keterangan dari pimpinan Polair, misi dari perpustakaan terapung bukan sekadar memberikan buku — tapi juga menghadirkan harapan baru, yaitu literasi dan edukasi sejak usia dini untuk anak-anak pesisir.

Baru-baru ini, Aipda Imbron digambarkan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan edukasi: misalnya, pada 26 November 2025 ia ikut membagikan susu kepada anak-anak yang tengah belajar di Perpustakaan Terapung Kampung Enggros — sebagai bentuk perawatan kesehatan dan perhatian terhadap generasi muda.

Upaya ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Banyak orang tua menyampaikan terima kasih karena anak-anak mereka kini punya tempat belajar dan membaca yang nyaman, meskipun akses ke sekolah formal atau perpustakaan umum cukup sulit di wilayah pesisir.

Bukan hanya literasi — lewat perpustakaan terapung, polisi juga memberikan edukasi penting soal keselamatan di lingkungan perairan. Anak-anak diajarkan pentingnya memakai alat keselamatan seperti life jacket. Pendekatan edukatif ini menekankan bahwa polisi bisa hadir bukan cuma sebagai penegak hukum, tapi juga pelindung dan pendamping komunitas.

Inisiatif seperti milik Imbron menjadi contoh nyata bagaimana aparat bisa memainkan peran positif di luar tugas konvensional. Di tengah tantangan geografis dan infrastruktur di Papua — terutama di daerah pesisir — langkah ini membantu menjembatani kesenjangan akses pendidikan dan literasi.

Ke depan, banyak yang berharap program perpustakaan terapung bisa diperluas ke kampung-kampung pesisir lain — sehingga lebih banyak anak bisa menikmati buku, informasi, serta edukasi dasar. Apalagi, di era di mana literasi menjadi pondasi penting pembangunan karakter dan masa depan, akses semacam ini — walau sederhana — bisa menjadi titik awal perubahan besar.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/