Aceh Tamiang — Pemerintah memastikan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh Tamiang kini telah kembali normal setelah sebelumnya terganggu hebat akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut beberapa pekan lalu. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat melepas keberangkatan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Menurut Tito, kondisi fasilitas publik yang sempat lumpuh kini mulai menunjukkan pemulihan signifikan. Pasokan listrik di jalur utama wilayah Aceh Tamiang sudah berfungsi normal. Hal ini menjadi salah satu indikator penting bahwa aktivitas masyarakat dan pemerintah daerah dapat mulai berjalan kembali pascapenghentian darurat.
Lebih jauh, Tito mengungkapkan bahwa sejumlah SPBU yang sempat tutup total kini telah aktif kembali beroperasi. Sebelumnya, tiga SPBU di wilayah tersebut tidak bisa melayani BBM karena gangguan pasokan dan keterbatasan akses jalan usai bencana. Kini, pasokan BBM dinilai mencukupi dan antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di beberapa titik telah berkurang drastis.
Pemulihan Listrik Aceh Lebih Luas
Selain itu, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo juga telah memastikan bahwa semua gardu induk dan gardu listrik di Provinsi Aceh kini sudah bertegangan, termasuk di wilayah Aceh Tamiang. Artinya, sistem transmisi dan pembangkit listrik utama kembali beroperasi normal setelah sebelumnya terganggu akibat banjir dan longsor yang merusak sejumlah jaringan distribusi.
PLN juga telah menyambungkan kembali dua saluran transmisi penting di wilayah tersebut, termasuk jalur Arun-Bireuen dan Pangkalan Brandan-Langsa, sekaligus membangun jalur baru untuk memperkuat sistem kelistrikan. Proses pemulihan ini merupakan hasil kerja cepat sinergi antara pemerintah pusat, tim PLN di lapangan, dan dukungan dari berbagai pihak.
Dampak Pemulihan bagi Warga
Kembalinya listrik dan BBM yang stabil membawa dampak langsung bagi kehidupan warga Aceh Tamiang. Aktivitas ekonomi seperti operasional pasar, usaha kecil menengah, transportasi, hingga layanan sosial kini mulai berjalan lebih baik. Tidak hanya itu, pelayanan kesehatan dan pendidikan pun kini kembali dapat berlangsung normal setelah sempat terhambat oleh pemadaman listrik berkepanjangan.
Pemulihan ini juga memperkuat upaya pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi sosial ekonomi pascabencana. Tito Karnavian menekankan pentingnya pengelolaan infrastruktur dasar sebagai kunci agar roda pemerintahan dan aktivitas publik dapat berfungsi optimal kembali.
Masih Ada Tantangan di Wilayah Terpencil
Meski demikian, Tito mengakui bahwa pemulihan di wilayah yang lebih terpencil masih terus berlangsung. Akses distribusi listrik dan jaringan komunikasi bagi desa-desa yang sempat terisolasi karena rusaknya jalur transportasi masih menjadi fokus utama seluruh tim pemulihan di lapangan.
Pemulihan Aceh Tamiang kini tidak hanya menyasar listrik dan BBM tetapi juga jaringan komunikasi dan fasilitas publik lainnya sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Ini merupakan bukti nyata kerja cepat pemerintah dalam menangani dampak pascabencana di wilayah terdampak.
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























