Jakarta – Pergerakan arus balik selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 mencatat rekor tinggi dalam jumlah penumpang kereta api, khususnya moda kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta–Bandung. Selama periode libur panjang Imlek yang berlangsung 13–17 Februari 2026, jumlah penumpang harian Whoosh mencapai angka 24.000 hingga lebih dari 25.000 orang per hari, meningkat hingga sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator layanan kereta cepat Whoosh, mencatat lonjakan volume penumpang tertinggi pada akhir pekan libur Tahun Baru Imlek, di mana pada Sabtu (14/2/2026) jumlah penumpang Whoosh tembus sekitar 25.700 orang dalam satu hari. Angka ini jauh di atas rata-rata harian normal yang umumnya berada di kisaran 20.000–21.000 penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa peningkatan tersebut tidak hanya dipicu oleh masyarakat yang berwisata, tetapi juga karena banyak warga memanfaatkan momen libur panjang ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, mengingat perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan akhir pekan dan persiapan memasuki bulan Ramadan.
“Lonjakan ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam menggunakan layanan kereta cepat selama periode libur panjang. Whoosh menjadi moda transportasi favorit karena kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan,” ujar Eva dalam keterangannya.
Kereta cepat Whoosh yang beroperasi antara Stasiun Halim (Jakarta) dan Stasiun Tegalluar (Bandung) selama periode tersebut terus meningkatkan pelayanan dengan menyiagakan petugas tambahan di berbagai titik pelayanan, termasuk di area loket dan ruang tunggu. Ornamen bernuansa Imlek juga dipasang di beberapa stasiun untuk memberikan suasana perayaan yang khas kepada para penumpang.
Selain Whoosh, data juga menunjukkan bahwa moda kereta api lainnya mengalami peningkatan jumlah penumpang. Berdasarkan laporan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada puncak arus balik Imlek di berbagai stasiun di Jakarta mencapai puluhan ribu penumpang per hari, termasuk 38.793 orang yang tiba di stasiun Jakarta pada 17 Februari 2026, menjadikannya salah satu puncak lonjakan transportasi kereta selama libur panjang Imlek.
Peningkatan jumlah penumpang kereta api nasional tersebut juga diperkuat data penjualan tiket yang menunjukan okupansi melampaui 120 persen pada beberapa relasi utama, serta total penjualan tiket mencapai 910 ribu tiket terjual selama long weekend Imlek 2026.
Fenomena arus balik yang padat ini menjadi bukti bahwa kereta api, baik kereta cepat maupun kereta reguler, tetap menjadi moda yang andal dan populer bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan mobilitas selama periode liburan panjang. Kecepatan, kenyamanan, serta integrasi layanan transportasi rel telah menjadi daya tarik utama, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
KCIC juga menyatakan akan terus memantau tren perjalanan penumpang serta menyesuaikan layanan sesuai permintaan masyarakat, terutama saat masa libur panjang dan periode puncak arus balik. Hal ini diharapkan akan mendorong semakin banyak warga untuk memilih transportasi rel sebagai pilihan utama dalam mobilitas jarak jauh di masa mendatang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























