ajiz-setyo-wihantoro-39-sopir-mobil-sppg-di-kebumen-jateng-yang-tabrak-sekolah-dan-hajar-belasan-warga-1770450772231_169
Sopir MBG Viral di Kebumen Dipecat Usai Tabrak Sekolah dan Hajar 15 Warga dengan Emosi Tak Terkontrol

Kebumen, Jawa Tengah – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Kebumen pada Jumat sore (6/2/2026) ketika sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) meninggalkan jejak kerusakan dan kekacauan setelah menabrak gerbang sebuah sekolah dasar, kemudian pengemudinya mengamuk dan melukai puluhan warga. Akibat peristiwa ini, sopir yang bersangkutan akhirnya dipecat dari jabatan dan pekerjaannya oleh yayasan tempat ia bertugas.

Kejadian bermula saat mobil SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang dikemudikan Ajiz Setyo Wihantoro (39), warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam, melaju tidak terkendali dari arah Wonotirto menuju halaman SDN Clapar sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam video yang viral di media sosial, mobil terlihat bergerak ugal-ugalan, akhirnya menabrak gerbang pagar sekolah dan kemudian menabrak talud (dinding penahan tanah) di depan sekolah tersebut.

Beruntung pada saat kejadian sekolah dalam keadaan kosong karena kegiatan sudah usai, sehingga tidak ada murid maupun guru yang menjadi korban dari tabrakan tersebut. Namun, suasana berubah dramatis ketika sejumlah warga mencoba mendekat untuk menolong sopir yang tampak linglung di dalam mobil. Alih-alih menerima bantuan, Ajiz justru mengamuk dan menyerang warga yang mendekat dengan emosi tak terkendali. Akibatnya, sekitar 15 orang warga mengalami luka-luka setelah dihajar pelaku dengan cara memukul dan menendang mereka.

Petugas polisi dari Polsek Karanggayam datang ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Mereka segera mengamankan Ajiz dan memborgolnya untuk dibawa ke kantor polisi. Selama proses pemeriksaan, petugas juga menemukan indikasi bahwa sopir berada dalam kondisi yang tidak stabil — dugaan awal menyebutkan dirinya mungkin di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan tertentu ketika mengemudi. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.

Setelah kejadian, aparat kepolisian bersama dengan perangkat desa dan pihak yayasan yang menaungi program MBG menggelar mediasi kekeluargaan pada Sabtu (7/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ajiz menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang menjadi korban, dan menyetujui untuk mengganti kerugian materiil dan non-materiil yang terjadi akibat tindakannya. Semua pihak yang hadir dalam mediasi sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan tanpa meneruskan jalur hukum kriminal.

Keputusan forum mediasi itu juga diikuti dengan kebijakan tegas dari pihak yayasan program MBG. Ajiz secara resmi diberhentikan dari pekerjaannya sebagai sopir mobil operasional MBG, efektif sejak hasil mediasi diumumkan. Ketua yayasan menyatakan bahwa tindakan sopir tersebut tidak dapat ditoleransi karena tidak hanya membahayakan keselamatan umum tetapi juga telah merusak citra program yang seharusnya membantu masyarakat.

Sementara itu, warga yang menjadi korban amukan tersebut dilaporkan telah mendapatkan pertolongan medis dari fasilitas kesehatan setempat. Tidak ada korban dengan luka berat yang mengancam nyawa, namun beberapa mengalami memar dan luka ringan akibat pukulan.

Kasus ini menjadi perhatian warganet dan masyarakat luas karena video insiden yang beredar viral di media sosial, memicu diskusi tentang pentingnya pemeriksaan kondisi sopir, safety dalam penggunaan kendaraan operasional, hingga tanggung jawab lembaga terhadap perilaku anggotanya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/