BEKASI – Duka menyelimuti wilayah Bekasi di tengah musibah banjir yang belum juga surut. Sebuah insiden tragis dilaporkan terjadi pada Rabu (21/1/2026), di mana seorang remaja ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah lapangan bola yang terendam banjir dengan kedalaman mencapai 2 meter.
Kondisi lapangan yang biasanya digunakan untuk aktivitas olahraga tersebut berubah menjadi kolam raksasa yang mematikan akibat luapan air yang sangat deras dalam beberapa hari terakhir.
Kronologi Penemuan Korban
Berdasarkan laporan di lapangan, korban yang merupakan seorang remaja tersebut diduga terjebak atau terpeleset saat berada di sekitar area lapangan yang sudah tertutup air sepenuhnya. Karena kedalaman air yang mencapai 2 meter, upaya penyelamatan mandiri menjadi sulit dilakukan.
Petugas evakuasi bersama warga setempat yang melakukan pencarian akhirnya berhasil menemukan tubuh korban setelah beberapa saat dilakukan penyisiran di lokasi. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Bekasi.

Peringatan Bahaya Genangan Dalam
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi warga Bekasi, terutama orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak dan remaja selama masa banjir. Genangan air yang terlihat tenang sering kali menutupi lubang dalam, arus bawah yang deras, atau infrastruktur yang berbahaya.
Beberapa imbauan keselamatan dari pihak berwenang meliputi:
-
Hindari Area Terendam: Jangan mendekati lapangan, sungai, atau saluran air yang kedalamannya tidak dapat diprediksi.
-
Pengawasan Ekstra: Pastikan anak-anak tidak bermain air di area banjir, meskipun terlihat dangkal di tepiannya.
-
Waspada Arus Listrik: Selain risiko tenggelam, genangan air di area publik juga rawan dengan kebocoran arus listrik dari tiang atau kabel yang terendam.
Kondisi Terkini di Lokasi Kejadian
Pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar area lapangan bola tersebut guna mencegah warga lain mendekati titik rawan. Sementara itu, BPBD Bekasi terus melakukan patroli di titik-titik genangan tinggi untuk memastikan tidak ada lagi warga yang beraktivitas di zona berbahaya.
Kejadian ini menambah daftar panjang dampak buruk banjir di Bekasi tahun 2026. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan percepatan pemompaan air di wilayah-wilayah pemukiman padat agar risiko kecelakaan serupa dapat ditekan sekecil mungkin.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























