Pasar-tradisonal-696x418
BI Catat Penjualan Eceran Indonesia Meningkat di Akhir 2025: Momentum Libur Natal & Tahun Baru Dorong Konsumsi

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran Indonesia pada Desember 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, seiring dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat di masa libur akhir tahun. Proyeksi ini merupakan bagian dari hasil survei penjualan ritel yang dirilis otoritas moneter dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut siaran pers BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk Desember 2025 diprakirakan tumbuh sekitar 4,4 persen secara tahunan (year-on-year / yoy) dibanding periode sama tahun lalu. Sementara secara bulanan (month-to-month / mtm), penjualan eceran diperkirakan meningkat lebih tinggi di kisaran 4,0 persen, jauh mengungguli pertumbuhan bulanan di November 2025 yang hanya sekitar 1,5 persen.

Kenaikan Konsumsi Didukung Momen Libur Akhir Tahun

Lonjakan penjualan ritel pada akhir tahun ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Natal dan Tahun Baru. Momentum libur panjang ini kerap dimanfaatkan konsumen untuk melakukan pembelian barang kebutuhan konsumsi sehari-hari, peralatan rumah tangga, hingga produk budaya dan rekreasi.

Bank Indonesia mencatat bahwa beberapa kelompok komoditas memegang peran penting dalam dorongan pertumbuhan penjualan ritel, termasuk:

  • Peralatan Informasi dan Komunikasi — gadget, perangkat digital

  • Barang Budaya dan Rekreasi — produk hiburan dan destinasi liburan

  • Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya — kebutuhan rumah tangga

  • Makanan, Minuman, dan Tembakau — kebutuhan pokok sehari-hari

Kombinasi faktor ini menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama aktivitas ekonomi domestik, terutama di masa liburan yang menjadi puncak belanja tahunan masyarakat Indonesia.

Perbandingan November & Oktober

Survei sebelumnya untuk penjualan eceran pada November 2025 mencatat pertumbuhan tahunan IPR sebesar sekitar 5,9 persen, meningkat dari Oktober yang tumbuh sekitar 4,3 persen. Kenaikan itu mencerminkan trend positif retail sales sepanjang akhir 2025, yang juga didukung oleh permintaan masyarakat untuk persiapan libur akhir tahun.

Sementara itu, data statistik eksternal menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel bulanan dan tahunan telah mencatat angka yang kuat di beberapa bulan sebelum Desember, menambah keyakinan bahwa konsumsi domestik masih menjadi kekuatan utama dalam perekonomian Indonesia.

Dampak terhadap Ekonomi Makro

Tren peningkatan penjualan eceran ini dipandang sebagai sinyal positif bagi perekonomian nasional yang pada 2026 diperkirakan akan terus pulih. Pertumbuhan konsumsi domestik yang kuat membantu menopang kegiatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong optimisme pelaku pasar. Para analis juga melihat bahwa peningkatan consumer confidence turut mendorong dorongan belanja masyarakat meskipun tekanan inflasi masih menjadi tantangan jangka pendek.

Namun, tidak semua kelompok barang mencatat pertumbuhan yang sama. Beberapa segmen, seperti barang tahan lama tertentu, masih mengalami pertumbuhan yang lebih moderat dibandingkan kategori barang konsumsi cepat pakai.

Prospek ke Depan

Bank Indonesia dan pelaku pasar kini menantikan data resmi realisasi penjualan eceran di akhir tahun, yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kekuatan konsumsi domestik menjelang awal 2026. Meskipun prediksi menunjukkan tren yang kuat, faktor seperti dinamika harga dan kondisi ekonomi global tetap menjadi variabel yang perlu diwaspadai oleh otoritas dan pelaku usaha.

Dengan momentum retail yang kuat di Desember 2025, sinyal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini dipandang relatif positif, membuka peluang pemulihan yang lebih luas pada kuartal-kuartal berikutnya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/