1-2-scaled
Viral Narasi 'Kuliah Itu Scam', Komisi X DPR Pasang Badan: Kampus Bukan Sekadar Cari Kerja, Tapi Bentuk Etika!

JAKARTA – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh perdebatan panas mengenai relevansi pendidikan tinggi. Munculnya narasi viral yang menyebut bahwa “kuliah itu scam (penipuan) memicu berbagai reaksi, mulai dari dukungan para pencari kerja yang merasa ijazah tak berguna hingga kritik dari para akademisi.

Menanggapi fenomena yang berkembang di kalangan Gen Z dan milenial ini, Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan akhirnya angkat bicara. Anggota dewan menegaskan bahwa memandang kuliah hanya dari kacamata “biaya vs gaji” adalah pandangan yang keliru dan sempit.

Kampus Lebih dari Sekadar Pabrik Ijazah

Pihak Komisi X DPR menekankan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar lembaga pelatihan kerja atau tempat mencetak ijazah untuk melamar posisi tertentu. Kampus adalah laboratorium sosial yang dirancang sebagai ruang pembentuk nalar, logika, dan etika.

“Kuliah bukan penipuan (scam). Di kampus, mahasiswa belajar cara berpikir kritis, memecahkan masalah secara sistematis, dan yang paling penting adalah pembentukan karakter serta etika. Hal-hal ini tidak bisa didapatkan secara instan melalui kursus singkat di internet,” tegas perwakilan Komisi X, Jumat (9/1/2026).

Kritik Terhadap Sistem vs Nilai Pendidikan

Meski membela esensi pendidikan tinggi, DPR juga mengakui bahwa biaya kuliah yang semakin mahal dan sulitnya lulusan mencari kerja menjadi alasan kuat mengapa narasi “kuliah itu scam” mudah diterima masyarakat. Namun, solusinya bukan dengan meninggalkan pendidikan, melainkan memperbaiki kurikulum agar lebih sinkron dengan kebutuhan industri tanpa menghilangkan nilai akademisnya.

Dilema Mahasiswa di Kota Penyangga

Isu ini sangat terasa bagi mahasiswa di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Sebagai kawasan yang dikelilingi ribuan perusahaan industri, banyak pemuda Bekasi yang mulai mempertanyakan apakah lebih baik langsung bekerja setelah SMK/SMA atau melanjutkan kuliah di tengah biaya UKT yang terus meroket.

Namun, narasi dari DPR ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia kerja profesional, kemampuan nalar dan etika yang terbentuk selama masa kuliah tetap menjadi pembeda utama dalam jenjang karier jangka panjang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/