WhatsApp-Image-2026-01-05-at-19.58.19-400x225
Gapura 'Sultan' Dukuh Zamrud Telan Rp 1 Miliar, Disperkimtan Bekasi: "Mahal Karena Kualitas Terbaik!"

BEKASI – Warga Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, kini memiliki ikon baru yang cukup mentereng. Sebuah gapura megah berdiri kokoh di pintu masuk kawasan perumahan Dukuh Zamrud. Namun, kemegahan ini disertai dengan perbincangan hangat di kalangan masyarakat terkait harganya yang fantastis.

Gapura yang dijuluki netizen sebagai “Gapura Sultan” ini diketahui menelan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai angka Rp 1 Miliar. Angka ini dinilai sebagian warga cukup fantastis hanya untuk sebuah gerbang pembatas.

Disperkimtan: “Ada Harga, Ada Rupa”

Merespons sorotan publik tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa besaran anggaran tersebut dapat dipertanggungjawabkan karena spesifikasi bangunan yang digunakan bukan kaleng-kaleng.

Pihak Disperkimtan mengklaim bahwa material yang dipakai adalah kualitas terbaik. Konstruksi gapura tidak hanya mengandalkan beton biasa, tetapi juga dilapisi ornamen estetika yang tahan cuaca dan memiliki desain arsitektur modern yang rumit.

“Kami menggunakan material premium agar gapura ini awet puluhan tahun dan menjadi landmark kebanggaan warga Mustikajaya. Jadi tidak asal bangun,” ujar perwakilan Disperkimtan.

Ikon Baru Wilayah

Pembangunan gapura ini bukan sekadar penanda batas wilayah, melainkan juga bagian dari penataan kota (city beautification). Gapura Dukuh Zamrud diharapkan menjadi identitas visual yang mempercantik wajah Kota Bekasi di wilayah timur.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk ikut mengawasi. Dengan biaya Rp 1 Miliar, warga berharap gapura tersebut benar-benar kokoh dan tidak cepat rusak seperti proyek-proyek infrastruktur lainnya yang sering dikeluhkan.

Reaksi Warga Terbelah

Di media sosial, reaksi warga Bekasi terbelah. Ada yang memuji desainnya yang gagah dan modern, namun tak sedikit yang menyayangkan besarnya anggaran yang dinilai lebih bijak jika dialokasikan untuk perbaikan jalan berlubang atau penanganan banjir yang masih menjadi momok di Dukuh Zamrud.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/