031288800_1767281271-1000885749
Duka di Air Terjun Way Lalaan: Dua Bocah SD Tewas Tenggelam Saat Liburan Tahun Baru

Lampung – Tragedi memilukan terjadi di salah satu destinasi wisata alam di Lampung, Air Terjun Way Lalaan, Kabupaten Tanggamus, saat libur Tahun Baru 2026. Dua anak sekolah dasar dilaporkan tewas tenggelam setelah bermain di aliran air di kawasan wisata tersebut pada Kamis (1/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi saat lokasi Air Terjun Way Lalaan tengah dipadati pengunjung yang memanfaatkan momen panjang libur untuk berwisata bersama keluarga. Menurut Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko, kedua korban yang masih berusia 9 dan 10 tahun itu tampak asyik bermain dan berenang di air sebelum tenggelam.

Korban pertama berinisial David (9), warga Pekon Belu, dan Desna (10), warga Pekon Talagening, kedua Kecamatan Kota Agung Barat, diketahui sempat dievakuasi setelah pengunjung melihat keduanya tenggelam. Seorang saksi bahkan sempat berteriak meminta tolong kepada penjaga wisata di lokasi untuk segera melakukan penyelamatan.

Petugas pengawas objek wisata bersama pengunjung lain kemudian turun tangan melakukan upaya evakuasi. Namun, kondisi kedua bocah sudah kritis ketika berhasil diangkat dari air. Petugas kemudian membawa mereka ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, namun nyawa mereka tidak berhasil diselamatkan.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan penyebab kematian kedua anak itu akibat air yang masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan henti napas. Tim medis memastikan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk orang tua korban dan pengawas lokasi wisata, guna mengetahui detail kronologi dan penyebab tragedi ini lebih jauh. Pihak pengelola wisata juga dimintai keterangan terkait pengawasan di sekitar area aliran air tersebut.

Air Terjun Way Lalaan sendiri merupakan salah satu destinasi alam populer di Lampung, yang dikenal dengan aliran sungainya yang jernih dan suasana rindang di kaki Gunung Tanggamus. Akses menuju lokasi relatif mudah dari pusat Kota Agung, dan tempat ini sering dipilih keluarga sebagai tujuan wisata air saat akhir pekan dan libur panjang.

Kejadian ini langsung menyita perhatian masyarakat luas, terutama setelah beredar kabar bahwa kedua korban masih anak sekolah dasar. Banyak netizen yang menyampaikan duka cita dan menyarankan agar pengawasan di objek wisata alam semacam air terjun diperketat, terutama saat musim libur di mana kunjungan keluarga dan anak-anak meningkat.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi wisatawan dan orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak saat beraktivitas di tempat wisata yang memiliki aliran air atau kolam alami. Meski tampak dangkal di beberapa titik, tenaga arus dan kedalaman di area air terjun bisa berubah drastis, terutama setelah hujan atau saat debit air meningkat.

Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau agar pengelola wisata memasang papan peringatan keselamatan, serta petugas tambahan untuk memantau area yang berpotensi berbahaya. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.

Peristiwa tragis ini terjadi di awal tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menggugah kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan saat menikmati wisata alam.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/