JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengirim bantuan berupa 101.000 lembar pakaian baru kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah kabupaten Provinsi Aceh. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah terhadap kondisi darurat akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Menurut keterangan Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, bantuan pakaian ini merupakan sumbangan dari PT Daihan Global (DHG) yang dikoordinasikan oleh Kemendagri bersama sejumlah pihak terkait. Proses pengeluaran dan distribusi bantuan tengah dalam tahap aktif, dengan sejumlah truk pengangkut telah diberangkatkan menuju Aceh.
“Proses pengiriman bantuan sudah dimulai dan sedang dipantau secara intensif oleh Kemendagri,” ujar Kastorius dalam rilis resmi dari Jakarta. Ia menambahkan bahwa bantuan ini terdiri dari berbagai jenis pakaian baru — termasuk celana, baju, dan jaket — yang sangat dibutuhkan oleh warga korban bencana di Aceh.
Bantuan itu dijadwalkan akan diserahkan langsung kepada masyarakat oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada akhir pekan ini. Penyerahan bantuan secara simbolis diharapkan dapat berlangsung di salah satu kabupaten terdampak banjir di Aceh, sebagai bentuk hadirnya pemerintah pusat di tengah derita warga lokal.
Bantuan ini tidak hanya melibatkan Kemendagri, tetapi juga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, yang turut berperan dalam proses distribusi dan koordinasi untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Proses pengiriman bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 15 Desember 2025, yang menyetujui usulan Mendagri terkait langkah cepat penyaluran bantuan kemanusiaan ini. Arahan tersebut muncul sebagai respons terhadap bencana yang telah berdampak luas di wilayah Sumatera khususnya Aceh.
Sejumlah truk wing telah diberangkatkan pada malam hari setelah pelepasan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Rabu (17/12/2025) sore, menandai dimulainya perjalanan logistik menuju Aceh. Rencananya pengiriman akan terus berlanjut hingga seluruh 101.000 lembar pakaian tersebut terkirim dan siap didistribusikan kepada warga terdampak.
Pakaian baru ini sangat vital bagi korban bencana yang banyak kehilangan seluruh perlengkapan dasar setelah rumah mereka terendam air, tersapu lumpur, dan rusak parah akibat banjir bandang. Banyak warga dilaporkan tidak lagi memiliki pakaian layak pakai, sehingga bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka di masa tanggap darurat.
Selain bantuan pakaian, berbagai upaya penanganan bencana lain juga terus digencarkan pemerintah, baik dari sektor kesehatan, pemulihan infrastruktur, maupun distribusi logistik dasar lainnya. Bantuan semacam ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam mendukung fase pemulihan korban pascabencana.
Kemendagri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengiriman bantuan tersebut, termasuk instansi pemerintah dan pihak swasta yang telah menyumbangkan dukungan logistik. Ke depan, koordinasi antar lembaga akan terus diperkuat untuk mendukung bantuan berkelanjutan dan respons cepat terhadap kondisi darurat di Aceh dan wilayah-wilayah terdampak lainnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























