BEKASI – Aroma liburan akhir tahun mulai terasa, namun bagi jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, ini adalah sinyal untuk bekerja ekstra. Menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemkot Bekasi mulai menggelar rapat koordinasi intensif untuk mematangkan strategi pengamanan kota.
Langkah preventif ini diambil lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas warga serta menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Patriot.
Sinergi Tiga Pilar: Polisi, TNI, dan Pemkot
Pj Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa pengamanan Nataru tahun ini akan melibatkan personel gabungan yang masif. Sinergi “Tiga Pilar” yang terdiri dari aparat Kepolisian (Polres Metro Bekasi Kota), TNI (Kodim 0507/Bekasi), serta unsur Pemkot (Satpol PP, Dishub, dan Damkar) akan diterjunkan ke titik-titik krusial.
“Kami tidak ingin kecolongan. Fokus utama adalah memberikan rasa aman bagi umat Nasrani yang beribadah dan rasa nyaman bagi warga yang menikmati liburan,” ujar perwakilan Pemkot dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Rabu (10/12/2025).

Dirikan Posko dan Urai Titik Macet
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang akan menjadi fokus penanganan. Jalur arteri seperti Jalan KH Noer Ali (Kalimalang), Jalan Jenderal Sudirman, hingga akses menuju gerbang tol akan mendapatkan atensi khusus.
Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah Posko Pengamanan (Pospam) dan Posko Pelayanan (Posyan) akan didirikan di lokasi strategis. Posko ini tidak hanya berfungsi memantau lalu lintas, tetapi juga sebagai tempat istirahat dan pusat informasi bagi masyarakat.
“Rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Jika terjadi penumpukan volume kendaraan yang signifikan, skema contraflow atau pengalihan arus sudah kami siapkan,” jelas pihak Dishub.
Pantau Harga Sembako dan Keamanan Gereja
Selain aspek fisik dan lalu lintas, Pemkot Bekasi juga menaruh perhatian serius pada stabilitas ekonomi dan toleransi beragama.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diinstruksikan untuk rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional. Hal ini bertujuan untuk mencegah oknum pedagang yang menimbun barang atau menaikkan harga sembako secara tidak wajar jelang hari raya.
Di sisi lain, Satpol PP bersama kepolisian akan melakukan sterilisasi dan penjagaan ketat di gereja-gereja besar di Kota Bekasi untuk memastikan ibadah Misa Natal berjalan khidmat tanpa gangguan ancaman teror.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























