CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi meningkatkan status kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyatakan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi—seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung—kini semakin menguat seiring tingginya intensitas curah hujan.
Menyikapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut, Pemkab Bekasi tidak ingin kecolongan. Pj Bupati Bekasi menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk memperketat langkah mitigasi bencana secara menyeluruh, mulai dari kawasan hulu hingga ke hilir.
Strategi Hulu: Kendalikan Debit Air Kiriman
Dalam strategi penanganan dari hulu, Pemkab Bekasi fokus pada pengendalian debit air yang masuk ke wilayahnya. Koordinasi intensif dilakukan dengan wilayah tetangga (seperti Bogor) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Langkah konkret yang dilakukan meliputi pemantauan ketat tinggi muka air (TMA) di pertemuan sungai Cileungsi dan Cikeas, serta pengecekan tanggul-tanggul kritis yang berpotensi jebol jika dihantam arus deras.
“Kita perkuat mitigasi struktural di hulu. Tanggul-tanggul diperkuat, pengerukan sungai dangkal dikebut agar daya tampung air maksimal saat hujan deras turun,” tegas perwakilan Pemkab Bekasi.

Strategi Hilir: Pastikan Saluran Lancar dan Logistik Siap
Sementara itu, di kawasan hilir yang merupakan area pemukiman dan pertanian, mitigasi difokuskan pada kelancaran drainase dan kesiapan penanganan warga.
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dikerahkan untuk melakukan normalisasi kali-kali sekunder dan tersier yang sering menjadi biang kerok genangan. Sampah-sampah yang menyumbat aliran air dibersihkan secara massal melalui program “Jumat Bersih” dan gotong royong warga.
Selain fisik, kesiapan non-fisik juga dimatangkan. BPBD memastikan posko-posko evakuasi, perahu karet, hingga stok logistik permakanan dan obat-obatan sudah dalam kondisi standby (siap pakai) dan terdistribusi di titik-titik rawan banjir.
Masyarakat Diimbau Waspada
Pemkab Bekasi menyadari bahwa upaya pemerintah tidak akan sukses tanpa partisipasi masyarakat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah cekungan.
“Ancaman hidrometeorologi ini nyata. Kami minta warga untuk aktif memantau informasi cuaca resmi, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melapor ke Call Center 112 jika melihat tanda-tanda potensi bencana,” pungkas imbauan tersebut.
Dengan strategi mitigasi “hulu sampai hilir” yang terintegrasi ini, diharapkan dampak risiko bencana di Kabupaten Bekasi dapat diminimalisir, sehingga keselamatan warga tetap terjaga selama musim hujan berlangsung.
Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media

























