1002494973
Proyek Ratusan Miliar Resmi Dimulai, Kalimalang Bersiap Jadi Ikon Wisata Air dan Kuliner Bekasi

Kota Bekasi – Kawasan Kalimalang di Kota Bekasi kini memasuki fase awal revitalisasi besar-besaran, dengan investasi mencapai ratusan miliar rupiah, demi mengubah wajah wilayah ini menjadi destinasi wisata air dan pusat kuliner modern. Proyek yang digadang-gadang sebagai ikon baru kota tersebut resmi dimulai setelah peletakan batu pertama menandai komitmen pemerintah daerah dan mitra swasta.

Target utama revitalisasi Kalimalang mencakup pembangunan wahana wisata air, jalur pedestrian tepi sungai, area kontainer kuliner, dan fasilitas publik penunjang lainnya. Investasi awal yang diungkap pihak terkait menunjukkan total pendanaan lintas sektor mencapai angka signifikan: dari RKAP, APBD, hingga alokasi CSR perusahaan swasta. Proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan estetika kawasan tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM kuliner.

Walikota Bekasi menyebut proyek ini sebagai “transformasi ruang publik” yang akan membuka peluang besar bagi warga dan pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam ekosistem wisata baru. Sementara itu, pihak pengembang menyampaikan bahwa desain kawasan dirancang terbuka, ramah keluarga dan integratif dengan aliran sungai Kalimalang. Fasilitas seperti dermaga, area olahraga air ringan, dan ruang santai tepi sungai menjadi bagian dari rencana jangka menengah.

Meski penuh antusiasme, proyek ini juga menghadapi berbagai tantangan. Beberapa pihak menyoroti aspek tata kelola dan transparansi pendanaan. Data yang beredar menunjukkan alokasi dana untuk kontainer kuliner serta wahana air cukup besar, sehingga pengawasan dan keterbukaan publik dianggap sangat penting. Tidak hanya itu, kawasan Kalimalang sendiri memiliki fungsi teknis sebagai saluran air baku dan sistem irigasi, sehingga pengembangan wisata harus memastikan tidak mengganggu fungsi utama tersebut.

Aktivis lingkungan serta aparat lokal pun meminta pelaksanaan proyek ini memperhatikan aspek keberlanjutan dan dampak sosial. Mereka menekankan perlunya kajian teknis tentang ekosistem sungai, tingkat polusi, dan akses warga terhadap ruang publik baru. Salah satu kekhawatiran adalah bahwa proyek wisata bisa menimbulkan privatisasi ruang tepi sungai yang sebelumnya terbuka bagi masyarakat.

Dari sisi positif, keberadaan kawasan wisata air dan kuliner di Kalimalang diharapkan mampu mendorong multiplied effect ekonomi: tumbuhnya bisnis UMKM, peningkatan intensitas kunjungan warga Kota Bekasi dan sekitarnya, serta potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Pemerintah daerah menyiapkan program pendampingan untuk pelaku usaha kecil agar dapat memanfaatkan peluang ini secara optimal.

Tahap awal pembangunan diproyeksikan selesai dalam jangka pendek, sementara pengembangan lanjutan akan dilaksanakan hingga lima tahun mendatang. Pemerintah Kota Bekasi menyatakan akan melakukan monitoring rutin pelaksanaan proyek agar sesuai dengan rencana, anggaran, dan prinsip keberlanjutan. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan revitalisasi kawasan perkotaan di era modern.

Proyek revitalisasi Kalimalang bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi sebuah visi besar untuk menjadikan Kota Bekasi sebagai kota yang “menarik, modern, dan ramah wisata”. Bila seluruh elemen – mulai dari pemerintah, masyarakat, pengembang, hingga pelaku usaha – dapat bersinergi, maka Kalimalang berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah Jabodetabek. Sebaliknya, jika tata kelola lemah atau partisipasi minim, proyek bahkan bisa berhenti di tahap “proyek estetika” tanpa manfaat jangka panjang.

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita update Internasional disini: https://suarakabarmedia.com/