Kesal Diputusin, ABG Bekasi Bobol Rumah Mantan Pacar Curi iPhone dan Uang
Kesal Diputusin, ABG Bekasi Bobol Rumah Mantan Pacar Curi iPhone dan Uang

Bekasi – Seorang remaja berinisial A (18) di Kabupaten Bekasi akhirnya ditangkap aparat kepolisian setelah nekat melakukan pencurian di rumah mantan kekasihnya. Motif utamanya diduga karena rasa sakit hati usai hubungan asmara mereka berakhir.

Kejadian bermula pada Jumat (14/11/2025) di Kampung Garon Tengah, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Korban yang berinisial I, anak perempuan dari pelapor, mengetahui bahwa rumahnya telah dibobol saat ia sedang tertidur. Pelaku memanjat pohon di samping rumah untuk mencapai lantai dua dan mengakses ruang tamu melalui pintu yang dibobol dengan obeng yang telah disiapkan.

Setibanya di kamar korban yang tidak terkunci, pelaku dilaporkan mengunci pintu dari dalam dan sempat menarik korban ke arah tempat tidur demi mencegahnya berteriak. Namun korban berhasil melepaskan diri dan membuka pintu yang kemudian memperlihatkan pelaku sedang mengambil handphone miliknya, lalu melarikan diri lewat jendela lantai dua.

Korban bersama ibunya kemudian melakukan pengejaran. Kebetulan, anggota Polsek Cabangbungin yang tengah berpatroli melintas di lokasi dan berhasil mengamankan pelaku berserta barang bukti berupa 1 unit iPhone warna hitam, uang tunai sebesar Rp 900.000, serta sebuah obeng yang digunakan pelaku untuk melakukan pembobolan. Pelaku langsung diamankan di Polsek Cabangbungin untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Cabangbungin, AKP Alex Chandra, menyatakan bahwa motif pelaku bukan semata untuk memperoleh barang berharga, tetapi karena rasa tidak terima atas putusnya hubungan asmara antara pelaku dan anak pelapor. “Motif pribadi ini memperkuat dugaan bahwa pencurian tersebut bukan hanya bertujuan mengambil barang, tetapi juga bentuk luapan emosi setelah hubungan keduanya berakhir,” ujarnya.

Saat ini pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, yang mengancam hukuman hingga 7 tahun penjara. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti untuk melengkapi proses hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bagi remaja dan masyarakat luas bahwa emosi pribadi dan persoalan asmara yang tak terselesaikan bisa berujung tindakan kriminal yang serius. Pelajaran penting lainnya adalah tentang keamanan rumah dan kewaspadaan pengguna terhadap orang yang pernah memiliki akses emosional kepada korban.

Baca juga berita lainnya disini: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita Internasional lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/