Kota Bekasi – Kondisi satuan Linmas (Perlindungan Masyarakat) di Kota Bekasi kembali mendapat sorotan serius. Banyak petugas Linmas yang masih menjalankan tugas tanpa pos jaga yang layak bahkan harus berteduh di bawah pohon karena belum tersedia fasilitas dasar di lingkungan kerjanya. Fasilitas seragam, alat komunikasi, dan tempat bertugas yang memadai juga disebut sangat minim.
Reses DPRD: Keluhan Petugas Disampaikan Langsung
Dalam sebuah reses yang digelar di Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Faisal—yang juga dari Fraksi Golkar—mengundang sekitar 100 anggota Linmas dari dua kelurahan untuk menerima aspirasi langsung. “Saya cuma pengen mendengar apa sih keluhan mereka. Ternyata luar biasa: ada yang jaga di kelurahan nggak punya pos, saya ngumpet di bawah pohon,” ujar Faisal saat mendengarkan keluhan.
Peran Strategis Linmas Belum Didukung Fasilitas Memadai
Faisal menilai Linmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat—menjaga keamanan lingkungan, mendukung RT/RW, dan menjadi “mata serta telinga” pemerintah di tingkat kelurahan. Meski demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa petugas Linmas di sebagian area belum disediakan fasilitas dasar seperti pos jaga, seragam lengkap, dan alat komunikasi seperti Handy Talky (HT).
DPRD Siap Perjuangkan Pemenuhan Fasilitas
Melihat kondisi ini, DPRD Kota Bekasi melalui Faisal siap membawa isu pemenuhan fasilitas Linmas ke dalam agenda pembahahan pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa bila belum teranggarkan dalam APBD, usulan akan dimasukkan melalui Dana Alokasi Kegiatan (DAK) atau program daerah hasil reses. “Ini kebutuhan lembaga, bukan pribadi. Jadi harus diperjuangkan,” tegasnya.
Keluhan Seragam dan Perlengkapan yang Minim
Tak hanya pos dan seragam, beberapa petugas Linmas juga mengeluhkan bahwa mereka hanya memiliki seragam satu set untuk satu tahun bahkan lebih, serta tidak mendapatkan pembaruan perlengkapan yang layak. Hal ini dinilai berpotensi menurunkan motivasi dan efektivitas tugas mereka. Kondisi ini terasa kontradiktif di tengah pembangunan gedung-gedung kelurahan yang megah sementara petugas keamanan lingkungan dasar belum difasilitasi secara memadai.
Dinas Diminta Lakukan Pemetaan Kebutuhan
Dinas terkait pun telah diminta untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan di setiap kelurahan agar fasilitas Linmas dapat cepat terealisasi. Tahap pertama yang direncanakan ialah identifikasi lokasi yang belum memiliki pos jaga dan memastikan ketersediaan seragam, ID card, alat komunikasi, serta pelatihan bagi petugas Linmas untuk menjalankan tugas dengan baik. Faisal juga menyarankan agar keberadaan pos ronda yang sudah ada di tiap RW dapat dimanfaatkan sementara sebagai pos Linmas agar lebih efisien.
Publik Menunggu Janji yang Akan Direalisasikan
Ke depan, publik dan pihak Linmas menanti realisasi janji tersebut. Jika fasilitas dasar ini segera terpenuhi, diharapkan kinerja Linmas semakin meningkat dan mereka bisa menjalankan tugasnya dengan lebih profesional. Sebaliknya, bila keluhan terus dipendam tanpa tindakan nyata, dikhawatirkan petugas Linmas menjadi tidak optimal dan rasa aman di tingkat lingkungan bisa terdampak.
(kabarbaghasasi/adv)
Baca juga berita lainnya disini: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi
Baca juga berita mengenai DPRD Kota Bekasi disini: Web Resmi – DPRD Kota Bekasi






















