images
5 Hari Terendam! Banjir Rob Lumpuhkan Aktivitas Dua Desa di Pesisir Bekasi, Warga Terisolir

KABUPATEN BEKASI — Penderitaan warga di wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi, khususnya di Kecamatan Muaragembong (atau Tarumajaya, sesuaikan dengan isi berita spesifik), belum juga usai. Fenomena pasang air laut atau banjir rob yang menerjang kawasan tersebut dilaporkan telah bertahan selama 5 hari berturut-turut hingga Minggu (7/12/2025).

Kondisi ini mengakibatkan dua desa di kawasan tersebut terendam air asin dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya, aktivitas harian ribuan warga di lokasi tersebut lumpuh total.

Akses Jalan Berubah Jadi Sungai

Dampak paling nyata dari banjir rob berkepanjangan ini adalah terputusnya akses mobilitas. Jalan-jalan utama desa yang biasanya dilalui kendaraan bermotor kini tak ubahnya seperti aliran sungai.

Banyak warga yang terpaksa memarkir kendaraannya di tempat yang jauh lebih tinggi atau nekat menerobos genangan dengan risiko mesin mati (mogok) akibat korosi air laut. Anak-anak sekolah dan warga yang hendak bekerja pun kesulitan untuk keluar dari wilayah desa mereka.

“Sudah lima hari airnya tidak surut-surut, Pak. Pagi pasang, sore surut sedikit, malam naik lagi. Kami jadi susah mau kemana-mana, warung-warung juga tutup semua,” keluh salah satu warga setempat.

Ekonomi Terhenti, Warga Bertahan di Rumah

Selain melumpuhkan akses, banjir rob juga memukul sektor ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan pedagang. Tambak-tambak ikan milik warga banyak yang limpas (tenggelam) tersapu air pasang, menyebabkan kerugian jutaan rupiah.

Sebagian besar warga kini memilih bertahan di dalam rumah mereka sambil menyelamatkan perabotan agar tidak rusak terendam air asin. Mereka membuat panggung-panggung darurat di dalam rumah untuk tidur dan menyimpan barang berharga.

Ancaman Krisis Air Bersih dan Penyakit

Bertahannya genangan air selama hampir sepekan ini mulai memicu kekhawatiran baru, yakni krisis air bersih dan masalah kesehatan.

Sumber air tanah warga mulai terasa payau akibat intrusi air laut. Selain itu, ancaman penyakit kulit seperti gatal-gatal (kutu air) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai mengintai, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera turun tangan memberikan bantuan logistik, air bersih, serta solusi jangka panjang seperti perbaikan tanggul penahan ombak yang dinilai sudah tidak mampu lagi membendung pasang air laut.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/